DUTAonline, SIDOARJO – Gaji para guru yang mengajar
di lembaga pendidikan (LP) Ma’arif NU akan segera mengalami menyesuaian.
Pimpinan Pusat Lembaga Pendidikan Maarif NU tengah merancang
standarisasi gaji para guru yang bernaung di lingkungan lembaga
pendidikan yang menaungi 12.780 sekolah di Indonesia itu.
“Program PP LP Maarif NU yang utama adalah peningkatan wawasan guru
dan gaji guru NU, karena itu kami akan merumuskan standarisasi gaji guru
untuk sekolah-sekolah LP Maarif NU se-Indonesia,” kata Ketua PP LP
Maarif NU HZ Arifin Junaidi, Senin (19/9) saat melantik pengurus PW LP
Ma’arif NU Jawa Timur 2013-2018 dan membuka rapat kerja (raker) PW LP
Maarif NU di Sidoarjo.
Dikatakannya, standarisasi gaji guru NU itu akan dirumuskan dalam Raker LP Ma’arif NU se-Indonesia pada Januari mendatang. “Gaji standar untuk guru-guru NU di lingkungan LP Ma’arif yang kami usulkan adalah minimal sama dengan upah minimun di daerah setempat, sehingga nantinya tidak ada lagi guru NU yang hanya digaji Rp 200 ribu,” ucapnya.
Namun, pemberlakuan standarisasi gaji guru NU hanya akan diterapkan
pada sekolah-sekolah yang sudah berlabel sekolah “Ma’arif NU”, yakni
hanya delapan persen dari 12.780 sekolah “Ma’arif NU” se-Indonesia.
Karena itu, diharapkan sekolah lain milik yayasan yang kebetulan
dikelola warga NU segera memakai label sekolah ‘Ma’arif NU’, sehingga LP
Ma’arif NU akan dapat membantu dalam memberlakukan standarisasi gaji
guru pada sekolah itu. “Kalau sekolah tidak mampu, kita (Ma’arif NU)
akan support,” ungkapnya.
Selain pendapatan guru, LP Ma’arif NU juga akan menerapkan standar
kualitas guru melalui lembaga penjaminan mutu guru-guru NU. LP Ma’arif
NU akan mengadakan pelatihan untuk meningkatkan wawasan atau mutu para
guru NU.
Untuk siswa di lingkungan LP Ma’arif NU, ia mengatakan pihaknya akan
meningkatkan pembelajaran “Aswaja” (Ahlussunnah wal Jamaah) yang
menekankan pada akhlak/tasawuf atau pendidikan karakter. Pembelajaran
Aswaja sebenarnya sudah lama diberikan, tapi pembelajaran Aswaja akan
terus direvisi untuk menyesuaikan dengan konteks yang ada.
Dalam kesempatan itu, Sekretaris PWNU Jatim Akhmad Muzakki menegaskan
bahwa PWNU Jatim memang telah menetapkan empat program utama yakni
dakwah, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan kesehatan.
“Karena itu, kami akan mendukung kegiatan LP Ma’arif NU, sebab
pendidikan merupakan ‘pintu’ untuk pemberdayaan ekonomi, kesehatan, dan
dakwah. Dengan pendidikan warga NU yang terjamin, maka mata rantai
kemiskinan secara ekonomi, wawasan keagamaan, dan kesehatan dapat
diputus,” tuturnya. (ara)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar